untungsakan
Active Member
- Messages
- 2,114
- Joined
- Jun 20, 2012
- Messages
- 2,114
- Reaction score
- 73
- Points
- 40
Aqidah (العقيدة) dari segi bahasa (etimologis) berasal dari Bahasa Arab (عَقَدَ) yang bermakna 'ikatan' atau 'sangkutan' atau menyimpulkan sesuatu.
Menurut istilah (terminologis) 'aqidah' bererti 'kepercayaan', 'keyakinan' atau 'keimanan' yang mantap dan tidak mudah terurai oleh pengaruh mana pun sama ada dari dalam atau dari luar diri seseorang.
Pengertian aqidah dalam Al-Quran adalah keimanan kepada Allah SWT yakni mengakui kewujudan-Nya. Dari segi fungsinya Allah SWT sebagai Rabb (رب), Malik (ملك), dan Ilah (إله) seperti dapat dilihat dalam Surah Al-Fatihah ayat 1, 3, 4, Surah An-Nas ayat 1, 2, 3. Berdasarkan ayat di atas, Aqidah Islamiyah dapat disimpulkan dengan rumusan
*Tauhid Rububiyah.
*Tauhid Mulkiyah.
*Tauhid Uluhiyah.
Akidah Islamiyah
Aqidah Islamiyah adalah Iman kepada Allah SWT, Malaikat-MalaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-RasulNya, Hari Kiamat, Qada dan Qadar (baik buruknya) dari Allah SWT. Makna Iman adalah pembenaran secara pasti (tashdiq al-jazim) sesuai dengan kenyataan berdasarkan dalil. Jika pembenaran saja tanpa disertai dalil tidak digolongkan Iman, kerana tidak termasuk pembenaran yang pasti kecuali apabila bersumber dari dalil. Jika tidak disertai dalil maka tidak ada kepastian.
Jadi, kalau cuma pembenaran saja terhadap suatu berita tidak termasuk Iman. Berdasarkan hal ini pembenaran harus berdasarkan dalil agar menjadi bersifat pasti, atau agar tergolong Iman. Ini bererti adanya dalil terhadap segala sesuatu yang dituntut untuk diimani adalah suatu hal yang pasti agar pembenaran terhadap sesuatu tadi tergolong Iman. Maka adanya dalil merupakan syarat utama adanya keimanan, tanpa melihat lagi apakah hal itu sahih (benar) atau fasid (rosak).
P/S:Sekadar berkongsi sesama ummat Islam.