Aku rela hidup denganmu
Demi bahagia
Hanya Tuhan bisa memisahkan kita
Di jaga dan lena ku kuntum kerinduanku
Untuk mempersembah sayang padamu
Keharuman bunga tak seharumnya cintaku
Istimewa untuk sunting jiwamu
Bermula pandang pertama
Kau utuskan senyum mesra
Aku ingin seribu tahun lagi...
Masih berbunga cintaku ini
Harum dalam kenangan
Biarpun telah engkau calarkan
Kuntum-kuntum rindu
Masih berdarah lukaku ini
Pedih menikam jiwa
Simpulan cinta terlucut kini
Menyapalah derita
Bukanku mengungkit kisah lama
Sekadar mengulit kenangan
Kasih sayang yang kita semai
Ketandusan
Mengapa...
Dikala sepi ini
Hatiku terluka lagi
Engkau telah mendustai
Sebuah janji….oh..oh sayang…
Ooo….tak pernah ku menduga
Engkau curang dalam cinta
Janji mu yang seindah dulu
Hiasan Cuma
Mengapa aku dipersalahkan
Mengapa tidak..oh..dirimu
Kekasih ku…ohh..
Dulu bercinta
Berjanji sumpah setia
Mengapa...
Di villa indah ini
Pernah menjadi saksi
Temasya yang gemilang
Suasana meriah
Termetri di hatiku kau yang memiliki
Kehebatannya di malam itu
Bila villa menyepi
Kenangan pun bertamu
Wajahmu menikam memperlahankan waktu
Aku pun hilang arah
Kerna di sini bermula cintaku padamu
Akukah yang...
Tergamaknya dirimu menghiris hatiku
Tidakkah di hatimu punya perasaan
Sampainya hatimu meninggalkan aku
Di manakah janjimu yang setia
Betapa sepinya perjalanan hidup ini
Di kiri kananku penuh duri cintamu
Sampainya hatimu membiarkanku rindu
Kau terus menghilang tanpa berita
Entah mengapa rindu...
Sememangnya aku rindukan
Kedamaian ini kekal
Menempuh hari-hari lalu
Dengan satu belaian
Kasih sayang dijunjung di kepala
Mengatasi segala yang dijuang
Sebenarnya hidup disini
Arahnya berlainan
Menunggu giliran tiba
Entah bilakah masanya
Selagi nafas terlekat di rongga
Selagi langkah terus...
Di tepi pantai yang indah
Ku duduk seorang diri
Suasana sepi
Di tepi pantai yang indah
AKu duduk seorang diri
Suasana sepi
Teringat engkau di waktu malam
Wajahmu selalu ku terbayang
Padamu wahai sayang
Aku meratap merayu
Pada dewi puspita hatiku
AKu tidak lupa akan janjimu
Di waktu pertemuan...
Hayati ini aku bentangkan Satu cerita
Kisah manusia insan sejagat punya al kisah
Pelbagai ragam kerana hidup pura-pura
Bagaikan tiada ketulusan kejarkan kemajuan
Siapalah antara kita sanggup membela
Perbalahan penipuan atas kebenaran
Memohon simpati tagih janji bukakan mata hati
Pada wajah2...
Tiada ku sangka
Sejak detik itu
Kau membuka pintu
Kamar di hatiku
Cinta yang terhampar
Satu tika dulu
Bersinar kembali
Pandainya dikau
Mencuri hatiku
Dengan kejujuran
Dan tingkah lakumu
Memberikan aku
Satu keyakinan
Mendungkan berlalu
Akan ku pertahan cinta ini
Demi kesetiaan
Ku padamu...
Dikala ku keseorangan
Kenangan pun datang
Menjelma lagi
Terbayang saat-saat
Yang manis
Ketika bersama dahulu
Tak tertahan menanggung rindu
Disaat kau berjauhan dariku
Bayangmu selalu datang menjelma
Membuat teguhnya cintaku
Oh sayangku hulurkan tanganmu
Bersama kita bergandingan
Berdua menuju...
Ikhlasnya Hati Seringkali Di Salah Erti
Tulusnya Budi Tidak Pernah Engkau Hargai
Berlalu Pergi Dengan Kelukaan Ini
Ku Mengalah Ku Bersabar
Bertentang Mata Seolah Olah Tiada Apa
Berpaling Muka Ada Saja Yang Tidak Kena
Mencari Sebab Serta Alasan Yang Kukuh
Supaya Tercapai Hajatmu
Manis Di Bibir...
Siulan kedamaian
Nanti kepulangan
Saat di tunggu hampir lumpuh
Tenang ku rindukan
Bayangan semalam
Sedetik kita bertemu
Dalam impianku
Tak pernah luput gambaranmu
Bina cinta satu
Ke mari sayangku
Perjalanan dititian
Masa kita perlukan
Perjalanan masa kita
Seminit kita berlagu
Ada lagi waktu...
Di hentian ini
Tertinggal dalam kesunyian
Di hentian ini
Bermacam bayang menjelma
Kau nyalakan cinta
Terbakar jiwa yang begini
Kau curahkan rasa
Hanyut dilautan api
Sedang aku berkelana
Pahit manis aku rindu
Hingga aku diasyikkan sejuta mimpi
Sebuah mahligai impian
Akan ku turuti
Walaupun aku...
Sekali ku memandang
Kehijauan saujana mata
Semusim yang benderang
Hati riang nikmatnya tuhan
Kita belalah bersama-sama
Kita jagalah harmoninya
Semusim ia datang
Keindahan ciptaan Tuhan
Hijau yang terbentang
Makhluk Tuhan bermesra-mesra
Kita belalah bersama-sama
Kita jagalah harmoninya
Damai...
Apa yang kau pandang
Nampak macam semacam
Apa yang kau jeling
Mata kau yang juling
Kenapa apakah, apa yang ada
Apa yang kau jerit
Suara yang perit
Suka jadi lalang
Asyik kena goyang
Angin yang hilang
Tegak kau berdiri
Macam dah tak ada, maruah rupa
Sesat kau berjalan
Balik kepangkal jalan...
Tidak engkau seorang
Juang hingga titisan
Rempuh tak berharapan
Nanti aku di sana
Di ufuk pemikiran
Lalu menghayatinya
Kita laksanakan
Mata hati yang damai
Di sana kejujuran
Semarak impian segunung harap dipulang
Usahlah diragukan keupayaan sendiri
Hati yang membara mengikutkan kata-kata...
Assalamualaikum Pagi 27 Muharam 1441H
Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan."
An Naml: 93
Assalamualaikum Pagi 25 Muharam 1441H
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa
Al Furqaan: 74
Assalamualaikum Pagi 24 Muharam 1441H
Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hati (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang...