BTC USD 82,955.2 Gold USD 4,120.20
Time now: Jun 1, 12:00 AM

bahaya iri dan dengki

hgt422007

Active Member
Messages
1,364
Joined
Feb 28, 2008
Messages
1,364
Reaction score
155
Points
33
Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan oleh Alah swt kepada manusia itu? sesungguhnya kami telah memberi kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar”.

— An.Nisa’: 54


Ibnu Katsir dalam tafsirnya (Tafsirul Qur’anul Adzim) menjelaskan bahwa mereka itu dengki dan iri hati kepada Muhammad saw karena kenabian yang telah dikaruniakan Allah swt kepadanya, dan karena dia bukan dari keturunan bani Israil, tetapi keturunan arab, iri hati itulah yang manghalangi mereka untuk mempercayai dan beriman kepadanya.

Iri adalah dosa yang pertama kali dilakukan di langit yaitu irinya Iblis kepada Nabi Adam as, juga dosa yang pertama kalia dilakukan di bumi yaitu irinya anak adam as kepada saudaranya hingga ia tega untuk membunuhnya.

Imam An-Nawawi menjelaskan tentang definisi hasad yaitu: mengharap lenyapnya nikmat yang telah diterima oleh seseorang dari Allah swt, baik berupa karuni nikmat agama maupun dunia. Sifat iri ini bisa memusnahkan amal-amal kebaikan kita dalam waktu yang sangat singkat, sebagai mana api yang memakan kayu bakar lenyap musnah tanpa bekas. Sesuai dengan sabda Nabi saw: Artinya :

“Hati-hatilah kalian dari sifat dengki karena sesungguhnya sifat dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api yang memakan kayu bakar atau rumput."

— HR. Ibnu Majah

Berdaarkan hadits diatas Ibnu Sirin berkata: Aku tidak membenci seseorang karena urusan dunia, sebab jika ia termasuk penghini surga bagai mana mungkin aku mendengkinya karena suatu urusan dunia karena toh ia akan berjalan ke surga? Jika ia termasuk penghuni neraka, maka bagaimana mugkin aku mendengkinya, karena suatu urusan dunia, padahal ia akan berjalan ke neraka?

Dan perlu kita ketahui jika Allah swt melimpahkan suatu nikmat kepada kita maka akan ada dua sikap yang muncul dalam menghadapi keadaaan itu:

1.

Engkau membenci nikmat itu, dan merasa suka jika nikmat itu lenyap, inilah yang dinamaka iri.
2.

Engkau tidak membenci keberadaan nikmat itu dan tidak menginginkan ia lenyap, akan tetapi didalam hatimu ada keinginan untuk mendapatkan kenikmatan yang serupa, inilah yang dinamakan ghibthoh (ingin mendapatkan apa yang didapatkan oleh orang lain). Hal yang seperti ini merupakan hal yang wajar bagi pembawaan manusia karena jiwa manusia itu mempunyai pembawaan mencintai kedudukan yang tiggi dan ia tidak suka jika diungguli dan disaingi oleh yang lainnya. Dan jika hal itu terjadi maka ia tidak akan menyukainya.

Semua bentuk kedengkian itu dilarang oleh Rasulullah saw kecuali dua perkara yaitu orang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah swt kemudian ia membacanya menjelang malam dan siang dan orang yang diberi harta oleh Allah swt lalu ia menafkahkannya dalam kebenaran menjelang malam dan siang. Maka sifat dengki yang seperti ini diperbolehkan oleh Rasuullah saw, sesuai dengan sabda beliau, artinya:

“Tidak ada dengki kecuali dalam dua perkaa: orang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah swt lalu ia membacanya menjelang malam dan menjelang siang, dan seseorang yang diberi harta oleh Allah swt lalu ia menafkahkannya dalam kebenaran menjelang malam dan menjelang siang “.

— HR. Bukhari dan Muslim
 
sambung....

Ada beberapa sebab yang bisa menimbulkan iri dan dengki diantaranya adalah:

*

permusuhan
*

sikap takabur
*

ujub
*

cinta kedudukan
*

jiwa yang kotor dan kikir.

Yang paling menonjol adalah permusuhan dan kebencian, siapa yang disakiti orang lain karena sebab tertentu dan menghalangi tujuannya tentu hal itu akan membuat hatinya kesal, lalu tumbuh rasa dengki. Dengki merupakan pelampiasan dendam, andai kata musuhnya ditimpakan musibah maka ia merasa senang dan mengiranya sebagai hadiah dari Allah swt bagi dirinya. Begitupun sebaliknya, dengki itu pasti melahirkan kebencian dan permusuhan, dua hal yang tidak lepas dari dirinya tapi orang yang bertaqwa tentu tidak akan membuat aniaya dan tidak menginginkan hal itu terjadi pada dirinya.

Dengki itu merupakan penyakit hati yang parah, penyakit hati yang tidak bisa disembuhkan kecuali dengan ilmu dan amal. Ilmu yang bermanfaat untuk peyakit dengki adalah engku harus mengetahui sebuah hakekat bahwa dengki itu sangat berbahaya bagi agama dan duniamu, sementara orang yang didengki tidak mendapatkan bahaya apapun dalam keduniannya ataupun agamannya, bahkan dia bisa mengambil manfaat sebab kenikmatan tidak akan hilang dari dirinya karena dengkimu itu.

Ada golongan orang salaf jika mendengar seseorang yang menggunjing diri mereka, maka mereka justru mengirimnya sebuah hadiah, sebagai mana yang diperbuat oleh tokoh tabi’in Hasan Al-Basri. Karena perumpamaan orang yang menggunjing saudaranya adalah seperti orang yang memberikan kebaikannya kepada orang lain, setelah kebaikan dia habis sementara perbuatan dzalim yang ia kerjakan belum seimbang dengan amal kebaikannya yang ia berikan, maka dia mengambil kesalahan-kesalahan orang yang ia dzalimi. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw, artinya:

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu ? mereka (para sahabat) menjawab orang yang bangkrut atau merugi diantara kami adalah orang yang tidah mempunyai dirham (uang perak) dan perhiasan. Kemudian Rasulullah berkata : "sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat dan zakatnya sementara dia telah mencaci maki ini, menuduh ini, memakan harta ini, menumpahkan darah ini, memukul ini. Lalu diberikannya dari kebaikan-kebaikanya kepada orang yang didzaliminya dan jika kebaikan-kebaikannya sudah habis sebelum habis pengadilan atas dirinya, maka dari kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke neraka.

— HR. Muslim

Dengan demikian siapakah orang nya yang tidak suka bila diberi pahala kemudian kesalahan dan dosa-dosanya diambil dan dihilangkan dari dirinya, oleh karena itu atas kegembiraan tokoh tabi’in (Hasan Basri) tersebut berdasarkan gunjingan dari saudaranya beliau memberikan hadiah kepadanya.

Dan diantara kalangan tabi’in yang lain apabila mereka digunjing dan dicaci maki oleh saudaranya, maka ia bersegera mengajaknya pergi meninggalkan negrinya menuju kesuatu tempat yang sepi dan tersembunyi dari kalangan masyarakat, setelah itu beliau katakan : “Ditempat inilah engkau saya persilahkan untuk menggunjing dan mencaci maki saya sepus-puasnya, karena kalau engkau lakukan hal itu dinegeri saya niscaya masyarakat disana tidak akan terima dengan perlakuanmu kepadaku. Akan tetapi ditempat ini saya beri kelonggaran kepada anda untuk dapat melampiaskan apa yang mengganjal dalam hatimu”.

Demikianlah akhlak salaf dalam mensikapi orang yang dalam hatinya terdapat sifat iri dan dengki terhadap mereka, mereka justru membalas kejahatan dengan kebaikan bukan malah sebaliknya membalas kebaikan dengan kejahatan.
 
sambung...

Adapun terapi dan pengobatan untuk penyakit iri ini ada beberapa cara :

*

Dengan mengerjaka amalan yang bermanfaat. Yang dimaksud dengna mengerjakan amalan yang bermanfaat adalah dengan memaksakan diri kita untuk melaksanakan kebaikan dari apa yang diperintahkan rasa dengki, jika rasa dengki itu memerintahkan untuk melakukan pembalasan dan mendendam kepada orang yang didengki, maka jiwanya harus dipaksa untuk memuji orang yang didengki, dan menyanjungnya. Jika rasa dengki menyuruh untuk bersikap takabur ( sombong ) maka dia harus memaksakan jiwanya untuk tunduk kepada orang yang didengki, jika rasa dengki tu memerintahkannya untuk menghentikan pemberian santunan kepadannya, maka dia harus memaksakan dirinya untuk memberi santunan.
*

Janganlah sekali-sekali berbuat lalim. Sebagai mana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra dari Nabi saw, beliau bersabda, artinya:

“Tiga perkara yang seseorang tidak bisa selamat dari sebagian diantaranya: sangkaan, gegabah, dan dengki. Akan kuberitahukan kepada kalian bagai mana jalan keluarnya dari yang demikian itu. Jika engkau menyangka, maka janganlah engkau menyelidi. Jika engkau gegabah maka lewatilah. Jika engkau dengki, jangan berbuat lalim."

— .

*

Sesekali dengan keridhaan terhadap takdir, sesekali dengan menghindari keduniaan, sesekali dengan melihat apa yang berkaitan dengan kenikmatan itu, antara hasrat kepada dunia dan hisab diakhirat dan tidak mempedulikan apa yang membersit didalam hatinya dan lebih baik diam saja. Jika hal itu dia lakukan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan pada pembawaan jiwanya. Itulah pengobatan yang bermanfaat untuk iri dan dengki dan memang terasa sangat pahit tetapi mungkin obat yang paling mudah untuk diterapkan adalah jika engkau tidak bisa mendapatkan apa-apa yang engkau kehendaki maka biarlah saja ia berlalu.
*

Selain yang tersebut diatas adalah dengan ucaan salam. Sebab ucapan salam bisa menumbuhkan rasa saling mencintai, dan saling mencintai itu bisa melenyapkan iri hati. Sebagai mana sabda Rasulullah saw artinya:

”Telah merayap kepada kalian penyekit umat-umat terdahulu ia adalah pemangkas, pemangkas agama dan bukan pemangkas rambut, demi yang jiwa Muhammad berada dalam tangan-Nya, kalian semua tidaklah beriman, sehingga kalian saling mencintai. Maukah kalian saya beri tahu sesuatu yang apabila sesuatu itu kalian lakukan kalian akan saling mencintai ? Rasulullah saw bersabda : sebarkalah salam diantara kalian”.

— HR. Muslim

Wallahu a’lam bish-shawab.

Maroji’:

1.

Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah Al-Maqdisy
2.

Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim, Ibnu Katsir
3.

Riyadus As-Shalihin, Imam An-Nawawi


oleh alghaits
 
Last edited:
Back
Top
Log in Register