BTC USD 55,406.7 Gold USD 1,781.22
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Pengaruh minum kopi terhadap tekanan darah

Kopi sudah dikenal sejak abad ke-7 yang telah diyakini tumbuh didekat laut merah, seorang penulis Arab diabad ke-15, Shehabeddin Ben menulis bahwa orang-orang Etiopia telah menikmati minum kopi jauh lebih lama dari yang pernah diketahui orang. Pada abad ke-16, perkebunan kopi ditemukan di dataran Yaman, Arab. Setelah seorang duta besar Turki memperkenalkan kopi kepengadilan Raja Louis XIV pada tahun 1669, dengan cepatnya kopi dapat menyebar ke bangsa Eropa. Di Malaysia, kopi diterima masyarakat secara luas dan merupakan kebiasaan yang mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari. Kopi juga dikenal tidak memandang jenis kelamin maupun strata sosial.
Istilah minum kopi memang sudah tidak asing lagi dalam masyarakat baik dikalangan lelaki dan wanita, terutama pada kesan yang dapat merangsang system saraf pusat dan dipercaya sebagai anti tidur, menurunkan kelemahan dan meningkatkan prestasi kerja (Sulaiman dan Hameed:2004).
Jadi belakangan ini minum kopi dikalangan lelaki dan wanita bukan semata untuk kesusahan dalam membuat aktiviti kerja maupun aktiviti lain yang melebihi batas kemampuan kerja seseorang. Tapi sudah menjadi life style (gaya hidup) pada zaman yang modern seperti sekarang iniDisini sebahagian info tentang sejauh mana kopi dapat mempengaruhi tekanan darah.
B. RUMUSAN MASALAH
Masalah yang dirumuskan berdasarkan latar belakang masalah di atas adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana penjabaran tentang tekanan darah?
2. Berapa gram kopi yang diperlukan untuk menaikkan potensi tekanan darah?
3. Bagaimana mekanisme kerja kafein pada hormon-hormon yang mempengaruhi tekanan darah?
4. Apa dampak negatif dan positif kopi pada tekanan darah dan tubuh secara umum?

C. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui penjabaran tentang tekanan darah.
2. Mengetahui berapa banyak kopi yang diperlukan untuk menaikkan potensi tekanan darah.
3. Mengetahui mekanisme kerja kafein pada hormon-hormon yang mempengaruhi tekanan darah.
4. Mengetahui dampak negatif dan positif kopi pada tekanan darah dan tubuh secara umum.




PEMBAHASAN

A. PENJABARAN TENTANG TEKANAN DARAH
Aliran darah dapat diperikan dengan kecepatan linear (V) dan tekanannya (P). kecepatan linear adalah fungsi waktu dan titik dalam ruangan yang diukur. Tekanan (P) adalah gaya persatuan luas fluida. Selain itu tekanan juga dapat diartikan sebagai suatu tegangan dan mempunyai dimensi gaya persatuan luas. Dalam system SI diukur dalam N/m2.
Tekanan = P = F/A (1)
Sebagai ganti suatu tegangan, tekanan kerapkali diukur dalam tiggi kolom zat cair. Dengan demikian, tekanan dapat diukur dalam satuan sebarang yang cocok untuk tinggi, meter air raksa atau meter air. Satuan yang sering digunakan dalam sistem sirkulasi adalah mmHg.
Disamping tekanan dan kecepatan, sifat fluida yang fundamental adalah jisim jenis. Jisim jenis didefinisikan sebagai perbandingan antara jisim suatu benda terhadap volumenya:
ρ = m/V (2)
keterangan : ρ adalah jisim constant (kg/m3)
m adalah jisim (kg)
V adalah volume (m3)
Darah dianggap sebagai fluida nonkompresif. Jisim jenisnya kurang lebih sama dengan jisim jenis air.
Lelaki dan wanita memiliki tekanan darah yang berbeza, seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini tergambar pada grafik dibawah ini.
Grafik 1 Perbezaan tekanan darah antara lelaki dan wanita
Tekanan arteri maksimum disebut tekanan sistolik, dan tekanan arteri minimum disebut tekanan diastolik. Pada orang dewasa normal, tekanan terukur arteri 120/80 mmHg. Nomor diatas (120) menunjukkan tekanan sistole dan nomor dibawah (80) menunjukkan tekanan diastole.
B. GRAM KOPI YANG DIPERLUKAN
Setelah dilakukan beberapa penelitian, dinyatakan bahwa satu cangkir kopi mengandung 75-200 mg kafein, dimana dalam satu cangkir tersebut berpotensi meningkatkan tekanan darah 5-10 mmHg.
Salah satu penelitian yang menyatakan hal tersebut adalah penelitian yang dilakukan pada bulan april-juni 2007 di laboratorium fisiologi fakultas kedokteran universitas Jember. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh pemberian kopi Robusta motiduse terhadap tekanan darah pada lelakidewasa dan membuktikan apakah dosis kafein 50 mg tidak berpengaruh terhadap tekanan darah.
Sampel terdiri atas 20 orang lelakidewasa muda yang dipilih secara acak dan dibagi dalam 2 (dua) kelompok yaitu kelompok kontrol (K) yang diberi plasebo berupa ketan hitam yang sudah ditumbuk halus dalam beberapa dosis (2,5 g; 3,7 g; dan 5 g) dan kelompok perlakuan (P) yang diberi kopi jenis Robusta dalam beberapa dosis (5 g; 3,7 g; dan 5 g) . Variabel yang diukur yaitu tekanan darah sistole dan diastole orang lelaki dewasa muda. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kopi terhadap tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan uji paired 2 sampel test. Uji paired 2 sampel t-test menunjukkan bahwa terdapat Perbezaan yang bermakna berupa peningkatan tekanan darah sistole dan diastole pada kelompok perlakuan yang diberi kopi jenis Robusta dengan beberapa dosis (p<0,05) sedangkan untuk kelompok kontrol terjadi Perbezaan yang bermakna berupa penurunan tekanan darah sistole dan diastole hanya pada beberapa dosis (p<0,05). Namun, sebagian dosis lainnya tidak terjadi Perbezaan tekanan darah yang bermakna (p>0,05). Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa dosis kopi 2,5 g; 3,7 g; dan 5 g dengan kadar kafein 50 mg; 75 mg; dan 100 mg dapat meningkatkan tekanan darah sistole dan diastole, sehingga dapat dibuktikan juga bahwa dosis kafein 50 mg dalam kopi jenis Robusta dapat mempengaruhi tekanan darah terutama pada tekanan darah sistolenya.Setelah dirata-rata, kurang lebih 3,7 gram kopi dapat menaikkan potensi tekanan darah.

C. MEKANISME KERJA KAFEIN PADA HORMON-HORMON YANG MEMPENGARUHI TEKANAN DARAH
Kopi menyebarkan kesannya melalui kandungan yang ada didalamnya yakni kafein yang akan menyebabkan perubahan hormone-hormon yang mempengaruhi tekanan darah. Kafein mengurung reseptor adenosin di otak. Adenosin ialah senyawa nukleotida yang berfungsi mengurangi aktiviti sel saraf saat tertambat pada sel tersebut. Seperti adenosin, molekul kafein juga tertambat pada reseptor yang sama, tetapi akibatnya berbeza. Kafein tidak akan memperlambat aktiviti sel saraf/otak sebaliknya menghalang adesonin untuk berfungsi. Dampaknya aktiviti otak meningkat dan mengakibatkan hormon epinefrin dirembes. Hormon tersebut akan menaikkan detak jantung, meninggikan tekanan darah, menambah penyaluran darah ke otot-otot, mengurangi penyaluran darah ke kulit dan organ dalam, dan mengeluarkan glukosa dari hati. kafein juga dapat menaikkan permukaan neurotransmitter dopamine di otak.
Kafein dapat dikeluarkan dari otak dengan cepat, tidak seperti alkohol atau perangsang sistem saraf pusat yang lain. kafein tidak mengganggu fungsi mental tinggi dan tumpuan otak. Pengambilan kafein secara berkelanjutan akan menyebabkan badan menjadi toleran dengan kehadiran kafein. Oleh itu, jika pengambilan kafein diberhentikan (proses ini dinamakan "penarikan" atau "tarikan"), badan menjadi terlalu sensitif terhadap adenosin menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak yang seterusnya mengakibatkan sakit kepala dan sebagainya.

D. KESAN NEGATIF DAN POSITIF KOPI
Banyak orang mencuba bertahan dengan minum kopi, misalnya, ketika berjaga malam, lewat kerja, dan sebagainya, kopi dipercaya membantu. Namun pengambilan kopi secara berlebihan dapat menimbulkan banyak masalah, seperti warna gigi berubah, bau mulut, meningkatkan stress, serangan jantung, kemandulan pada lelaki, gangguan pencernaan, kecanduan dan bahkan penuaan dini. Kafein juga merupakan salah satu penyebab utama sakit kepala. Selain itu pengambilan kopi secara berlebihan dipagi hari dapat meningkatkan tekanan darah, tingkat stress dan mengeluarkan hormone penyebab stress selama satu hari penuh. Kafein dalam kopi merangsang kelenjar-kelenjar adrenal, yang dapat meningkatkan salah satu faktor penyebab stres setelah 18 jam. Kafein pada kopi sangat berpotensi meningkatkan tekanan darah serta detak jantung yang banyak dilaporkan menjadi penyebab kebanyakan timbulnya rasa stres yang berkepanjangan pada hari kerja. Kesan ini biasanya masih akan terbawa sampai malam hari menjelang waktu tidur. Oleh kerana itu setelah minum kopi kita menjadi susah tidur dan gelisah. Kopi juga mengandung sebuah unsur yang disebut terpenoid, yang diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah arteri tersumbat dan akibatnya pembuluh darah ini bekerja terlalu keras.



PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian pada pembahasan penulis menyimpulkan bahwa:
1. Aliran darah dapat diperikan dengan kecepatan linear (V) dan tekanannya (P). kecepatan linear adalah fungsi waktu dan titik dalam ruangan yang diukur. Tekanan, P, adalah gaya persatuan luas fluida. Selain itu tekanan juga dapat diartikan sebagai suatu tegangan dan mempunyai dimensi gaya persatuan luas. Dalam system SI diukur dalam N/m2
Tekanan = P = F/A
2. Satu cangkir kopi mengandung 75-200 mg kafein, dimana dalam satu cangkir tersebut berpotensi meningkatkan tekanan darah 5-10 mmHg.
3. Kafein menghalangi hormon adenosine untuk berfungsi tetapi malah mengakibatkan hormon epinefrin dirembes sehingga dapat menaikkan detak jantung dan meninggikan tekanan darah.
4. Pengambilan kopi lebih dari 50 mg per hari akan menimbulkan resiko serangan jantung, gagal ginjal hingga diabetes.

Comments

There are no comments to display.

Blog entry information

Author
Samurai X
Views
1,625
Last update

More entries in Others

Top
Log in Register