Makna Jihad Dalam Islam

CG Sponsors




king_diamond

Legendary Member
Platinum Member
Joined
Sep 3, 2008
Messages
10,160
Reaction score
359
Points
131


Kebelakangan ini umat Islam sering bertelagah dalam erti atau makna sebenar Al-Jihad Fi Sabilillah (Jihad di jalan Allah).
Perkataan Al-Jihad pada ayat-ayat Makiyyah menunjukan makna Jihad menurut bahasa yang 'am, yaitu antara lain:

"Sesiapa yang berjihad maka sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri." (QS Al-Ankabut 6)

"Jika kedua orang tuanya berjihad terhadapmu agar kamu mempersekutukan Aku dengan apa-apa yang tidak ada pengetahuan padamu maka janganlah kamu mentaati keduanya." (QS Al-Ankabut 8)

"Dan orang-orang yang berjihad dijalan Kami, sungguh Kami benar-benar akan menunjukkan mereka pada jalan jalan Kami." (QS Al-Ankabut 69)

"Dan jika keduanya berjihad terhadapmu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu menta'ati keduanya...." (QS Luqman 15)

Perkataan Al-Jihad pada ayat-ayat Madaniyyah berjumlah 26 perkataan dan kebanyakan menunjukan dengan jelas akan makna Qital (Perang), diantaranya:

Surat At-taubah ayat 41 (QS 9:41)

"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu dijalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. "

Surat At-Taubah ayat 86

"Dan apabila diturunkan surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihad beserta Rasul-Nya, Nescaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berjihad) dan mereka berkata: " Biarlah kamu berada bersama orang- orang yang duduk." "

Dan Banyak lagi ayat-ayatnya:
QS Al-Baqarah 218 QS Al-Imran 142 QS An-Nisa 95 QS Al-Anfal 72, 74, 75 QS At-Taubah 16, 19, 20, 24, 44, 73, 81, 88 QS Al-Hujarat 15 QS Al-Maidah 35, 54 QS Al-Ankabut 6 QS As-Saf 11 QS At-Tahrim 9 QS Al-Mumtahanah 1 QS Muhammad 31

Adapun Hadis-hadis yang menunjukan makna Jihad menurut syara' antara lain:

Dari Amru bin Abasyah berkata: Seorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Beliau menjawab:"hatimu menyerah dan orang-orang muslim selamat dari gangguan tangan dan lisanmu. Ia berkata:"Islam macam mana yang paling utama?" Beliau menjawab: "Al-Iman". Ia bertanya:"Apakah Iman itu?" Beliau menjawab: " Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan kebangkitan setelah mati." Ia bertanya lagi: "Iman macam mana yang paling utama?" Beliau menjawab: "Hijrah". Ia bertanya: "Apakah Hijrah itu?" Beliau menjawab: "Engkau tinggalkan kejahatan." Ia bertanya lagi: "Hijrah macam mana yang paling utama?" Beliau menjawab: "Al-Jihad." Ia bertanya lagi: "Apakah Jihad itu? Beliau menjawab: " Engkau perangi orang-orang kafir jika engkau jumpai dimedan perang." Ia bertanya lagi: "Jihad macam mana yang paling utama?" Beliau menjawab: "Siapa yang dilukai anggotanya dan dialirkan darahnya." (HR Ahmad)

Demikian pula sahabat Nabi saw jika mendengar perkataan Jihad terlintas dalam benak mereka maknanya adalah perang sebagaimana dapat kita ketahui hal ini antara lain dalam hadis dibawah ini:

Dari Abu Qutadah ra, dari Rasulullah saw, bahwasannya baginda telah berdiri dikalangan mereka kemudian menyebutkan, "Sesungguhnya Jihad fie Sabilillah dan Iman kepada Allah itu adalah amal-amal yang paling utama." Maka berdirilah seseorang kemudian ia berkata: "Wahai Rasulullah bagaimana pendapat tuan sekiranya saya terbunuh fie sabilillah, apakah semua dosa-dosa saya terhapus?" kemudian Rasulullah menjawab: "Ya, jika engkau terbunuh fie sabilillah sedangkan engkau sabar, semata-mata mencari pahala, maju terus, tidak mundur." Kemudian Rasulullah saw berkata: "Bagaimana tadi apa yang engkau katakan?" Ia bertanya: "Bagaimana pendapat tuan sekiranya saya terbunuh fie sabilillah, apakah semua kesalahan saya juga akan terhapus? Maka Rasulullah menjawab: "Ya, sedangkan kamu bersabar, semata- mata mencari pahala, maju terus tidak mundur, kecuali hutang (tidak akan terhapus), karena sesungguhnya Jibril A.S mengatakan demikian kepadaku." (HR Muslim no.1885).

Jihad adalah salah satu jenis ibadah tertentu yang telah disyariatkan Allah kepada umat Islam sebagaimana ibadah Solat, Zakat, Puasa dan Ibadah-Ibadah lainya. Oleh itu ta'rif jihad menurut bahasa semata-mata tidak tepat jika kita gunakan sebagai ta'rif jihad menurut syara', seperti Ibadah-ibadah lainnya, misalnya solat. Menurut bahasa, Solat artinya Do'a, tetapi jika yang dimaksudkan dengan perkataan solat itu adalah salah satu dari jenis Ibadah maka tidaklah dapat dikatakan bahwa setiap do'a itu adalah solat.

Demikian pula halnya Siyam (Puasa) menurut bahasa artinya menahan atau mengekang dari makan dan minum. Apakah setiap perbuatan menahan dari makan dan minum pada waktu tertentu dapat dikatakan Siyam (Puasa) secara Syar'i? Tentu tidak. Maka demikian pula halnya Jihad yang artinya menurut bahasa adalah mengerahkan segenap kekuatan dalam perkara apa saja dapat dikatakan Jihad. Karena Jihad sudah merupakan satu jenis Ibadah yang tertentu dalam syariat Islam yaitu pengerahan segenap kekuatan dan kemampuan dalam berperang fie sabilillah dengan jiwa, harta, lisan dan sebagainya.


"Hai Nabi, berjihadlah (perangilah) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali seburuk-buruknya." (QS At-Taubah 72)

Dalam menafisirkan ayat ini Ibnu Mas'ud berkata: "Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang Munafik dengan tangan, dan jika tidak mampu maka harus mengingkari pada wajah. Dan Ibnu Abbas mengatakan: "Allah swt memerintahkna Nabi saw untuk memerangi orang-orang kafir dengan Pedang dan memerangi orang-orang Munafik dengan lisan dan tidak bersikap lembut terhadap mereka." (Tafsir Ibnu Katsir 2/408).

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah 216).

"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (Agam Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh, sedang mereka kalam keadaan tunduk". (QS At-Taubah 29)

Bersambung.....
 
Sponsored Post

king_diamond

Legendary Member
Platinum Member
Joined
Sep 3, 2008
Messages
10,160
Reaction score
359
Points
131
Sambungan Jihad.....

Jihad yang sempit dan dangkal maknawinya boleh membawa kepada kesesatan dan kerosakan bukan sahaja pada diri sendiri malahan kepada orang ramai amnya.

Kita sering mengganggap aktiviti keganasan yang dilakukan dengan niat fisabillah itu adalah afdhal, sedangkan dalam Al-Quran dan Hadis jelas menunjukkan bahawa jika ingin syahid itu bukan dalam peperangan semata-mata, sebaliknya ada banyak lagi jenis2 jihad yang sama besar fungsinya.

Rasulullah SAW sendiri tak pernah menyerang orang2 wanita, golongan orang tua atau kanak-kanak secara serang hendap jauh sekali ketika di medan peperangan.

Jadi, kesimpulannya apakah kita ingin berjihad pada jalan yang tidak diredhai RasulNya atau Allah SWT?

Kita ambil contoh seperti di Palestin, di mana ada sahaja berlaku pengeboman berani mati di tempat-tempat awam dan ada dikeluarkan fatwa bahawa pengeboman seperti itu adalah haram dan boleh di anggap membunuh diri.

Berperang itu boleh dalam Islam dan perlu apabila askar-askar Yahudi menyerbu atau menyerang kediaman2 penduduk Palestin, di saat itulah wajib mengangkat senjata dan membunuh askar2 kafir tersebut dan jika mati ketika peperangan itu, insyaallah mati syahid seperti yang dijanjikan Rasul pada para mujahiddin.

Bagaimana pula pendapat para saudara muslimin yang lain?
 

king_diamond

Legendary Member
Platinum Member
Joined
Sep 3, 2008
Messages
10,160
Reaction score
359
Points
131
Definisi dan Peringkat-peringkat Jihad

Perkataan jihad mengikut bahasa bermakna: Mencurahkan kesungguhan, mengerahkan kekuatan secara maksimal. Sedangkan mengikut terminologi (istilah), perkataan jihad mempunyai makna: Mengorbankan jiwa, dan harta dalam membela ad-din Allah dan melawan musuh - musuhNya.

Dalam istilah Muslim disebut:
"Berjihadlah kamu sekalian dengan harta, lidah dan jiwa kalian."



Jihad fie sabilillah melalui empat peringkat dalam proses pengsyari'atannya:

1. Diharamkan di Mekkah

"Tidakkah kamu perhatikan orang - orang yang dikatakan kepada mereka: Tahanlah tanganmu dari berperang dan dirikanlah solat." (An Nisa' : 77)

2. Diizinkan ketika Nabi saw. dan para sahabat berhijrah

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang -orang yang diperangi, kerana sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar - benar Maha Kuasa menolong mereka itu." (Al Hajj : 39)

3. Menjadi wajib ketika musuh terlebih dahulu memerangi mereka

"Dan perangilah di jalan Allah orang - orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas, kerana sesungguhnya Allah tidak menyukai orang - orang yang melampaui batas." (Al Baqarah: 190)

4. Kemudian memerangi kaum musyrikin secara keseluruhan di permukaan bumi

"Dan perangilah mereka, supaya tidak ada fitnah dan supaya ad-din itu semata - mata bagi Allah." (Al Anfal : 39)


Sampai ketika turun ayat pedang dalam surah At Taubah. Ayat pedang ialah:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) din (agama) yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahawasanya Allah beserta orang - orang yang bertakwa." (At Taubah: 36)

"Apabila telah berlalu bulan - bulan haram itu maka bunuhlah orang - orang musyrikin itu dimana sahaja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah mereka di tempat pengintaian." (At Taubah: 5)

Setelah turunnya surah At Taubah, manusia di muka bumi terbagi kepada tiga golongan:

1. Muslim muqatil (Muslim yang memerangi kafir)

2. Kafir yang terikat perjanjian, membayar jizyah (cukai)

3. Musyrik yang diperangi

Tiadalah di permukaan bumi ini, menurut surah At Taubah, selain ketiga golongan di atas. Kalau bukan seorang muslim, maka dia adalah kafir Zimmi (yang dilindungi keamanannya, membayar jizyah dengan patuh sedang dia dalam keadaan rendah) atau seorang musyrik yang mesti diperangi.

Tidak diterima salah seorang pun di muka bumi, melainkan dia mesti bergabung ke dalam tiga golongan ini; Bernaung di bawah peperintahan Daulah Islam dan dia tetap memeluk dinnya namun membayar jizyah, atau masuk dalam pertempuran melawan kaum muslimin atau masuk din Islam. Dan tetaplah hukum itu, tidak berubah - ubah sampai hari kiamat. Hukum ini tetap, muhkam, kerana pensyari'atan qital (perintah) perang belum dimansuh dan tidak akan dimansuhkan.

"Dan orang - orang yang beriman berkata "Mengapa tidak diturunkan satu surah?" Maka apabila diturunkan suatu surah yang jelas maksudnya dan disebutkan didalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang - orang yang ada penyakit dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pengsan kerana takut mati dan kecelakaanlah bagi mereka." (Muhammad: 20)

Ihkam bermakna sesuatu yang tidak menerima pemansuhan. Para Fuqaha atau para pakar Usul Feqah mendefinasikan kata "Muhkam" dengan takrif: "Ianya adalah sesuatu yang tidak memerlukan pentakwilan, pengkhususan ataupun pembatalan dan tidak akan berubah." kerana itu kaedah syar'i (ini adalah bahagian dari aqidah ahli sunnah wal jama'ah) menyatakan: "Bahawa jihad itu akan tetap berlaku sampai hari kiamat. Tidak boleh dihentikan oleh keadilan orang yang adil atau oleh penyimpangan orang yang zalim." Dalam hadis sahih disebutkan:

"Pernah satu ketika ada seseorang datang kepada Rasulullah saw, lalu berkata: "Wahai Rasulullah, manusia telah meremehkan kebaikan, mereka mengatakan: " Tak ada lagi perang, kerana peperangan telah usai. "Beliau berkata: "Mereka dusta, sekarang datang peperangan itu. Dan akan sentiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran sampai datang keputusan Allah, sedangkan mereka tetap dalam keadaan demikian itu" (Sahih al Jami'As Saghir no 7295)

Bahagian dari aqidah ahlusunnah wal jama'ah itu (boleh anda baca dalam buku aqidah bukan buku feqah). Bahagian dari aqidah tersebut ialah: Jihad itu terus berlanjutan sampai hari kiamat. Ini merupakan aqidah kita dan aqidah ahlusunnah wal jama'ah Dalam sebuah hadis disebutkan:

"Wajib bagi kamu semua berjihad, samaada dengan pemimpin yang baik mahupun dengan pemimpin yang fajir (yang berbuat maksiat)." (Riwayat Abu Dawud "Ma'a kulli birrin wa Fajirin")

Meskipun dalam hadis ini ada maqal (pembicaraan), kerana Ma-khul tidak mendengar dari sahabat, akan tetapi ada hadis sahih lain yang menyebutkan:

"Kuda itu tertambat pada ubun - ubunnya kebaikan sampai hari kiamat, iaitu pahala dan ghanimah." (Sahih Al jami'As Saghir no 3353)

Iaitu, pahala/kebaikan itu tertambat pada ubun - ubun kuda, dengan sebab jihad. Yang dengan jihad tersebut Allah mengurniakan buahnya berupa pahala dan ghanimah. Berkata Ibnu Taimiyah, rahimahullah: "Hadith ini adalah sebagai dalil bahawa jihad itu akan tetap sentiasa berlaku sampai hari kiamat dan tidak akan berhenti." tertambat pada ubun - ubunnya kebaikan sampai hari kiamat. Sedangkan kebaikan itu adalah pahala dan ghanimah.
 

qreemall

Legendary Member
Joined
Mar 22, 2008
Messages
19,645
Reaction score
54
Points
120
ttg di palestin tuh....
ade pendapat berbeza mengenainye....
ade imam yg menfatwa membenarkn
perbuatan serangan "suicide bomber" tersebut....
hujah: org2 biase israel tu sumenye bekas
tentera (national service 2 thn)dan diorg sindri pon mmg
slalu diserang oleh org2 israel tersebut....
ade jugak imam yg menfatwa xmembenarkn perbuatan tersebut...
hujah: sbb islam xbenarkn kita membunuh
org2 yg xterlibat dlm perang tersebut
aka org tua, wanita dan kanak2....

p/s: utk reply kpd sebrg persoalan sila tunggu esok...
dh nk tdo nih... saje taip kejap sblm tdo...
:):):):):):):):)
 

tudung87

Legendary Member
Joined
May 30, 2008
Messages
12,870
Reaction score
69
Points
120
ttg di palestin tuh....
ade pendapat berbeza mengenainye....
ade imam yg menfatwa membenarkn
perbuatan serangan "suicide bomber" tersebut....
hujah: org2 biase israel tu sumenye bekas
tentera (national service 2 thn)dan diorg sindri pon mmg
slalu diserang oleh org2 israel tersebut....
ade jugak imam yg menfatwa xmembenarkn perbuatan tersebut...
hujah: sbb islam xbenarkn kita membunuh
org2 yg xterlibat dlm perang tersebut
aka org tua, wanita dan kanak2....

p/s: utk reply kpd sebrg persoalan sila tunggu esok...
dh nk tdo nih... saje taip kejap sblm tdo...
:):):):):):):):)
rasa2nye, fatwa yg pertama...
sebab, dlm quran senirik kata yahudi tu xkan gembira kalo tgk umat2 islam bergembira..
maafkan saya klo salah...
sebab, dlm quran senirik kata begitu..:)
 

viper207

Banned
Joined
Nov 12, 2008
Messages
5,590
Reaction score
54
Points
70
aku memang suke dan sokong jihad nie..

tapi bab pengebom beranie mati nie aku xsokong :(scam:(scam:(scam

yer laa nabi pun bgtau org yg xboleh kiter bunuh..

-perempuan
-orang tua
-kanak-kanak
 

kambing gurun

Active+ Member
Joined
Mar 23, 2008
Messages
3,252
Reaction score
1
Points
25
Jihad yg paling dituntut rasanya dengan menguasai ilmu.. Xkisahlah ilmu dr bidang yg mana atau bagaimana.. Sejajar dgn firman Allah..
AlFurqaan, ayat 52.
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar.
Sebagaimana yg kita tahu, org kafir pun manafaatkan ilmu, cuma cara mereka tidak tepat.. Org islam dituntut berjihad dgn ilmu, ilmu yg berteraskan AlQuran..
 
Sponsored Post
Top
Log in Register