KRISIS Ekonomi n Politik DI Lubnan | Perlu kerajaan berwibawa sebelum terima dana

CG Sponsors




Sponsored Post

mazri_2008

CG Top Poster Club
Joined
Nov 9, 2008
Messages
46,404
Reaction score
3,178
Points
201
‘We've got nothing’: Millions in Lebanon struggle with cost of living amid economic collapse


 

mazri_2008

CG Top Poster Club
Joined
Nov 9, 2008
Messages
46,404
Reaction score
3,178
Points
201
Lebanon faces record power cuts as economy worsens


 

mazri_2008

CG Top Poster Club
Joined
Nov 9, 2008
Messages
46,404
Reaction score
3,178
Points
201

French Foreign Minister Jean-Yves Le Drian has arrived in Lebanon on a visit aimed at pressing Beirut to implement long-overdue reforms and dissociate from regional conflicts, both seen as key to unlocking international aid.

Le Drian's two-day visit comes as Lebanon spirals into its worst-ever economic crisis that is leading to mass poverty and rising hunger. On Thursday, he is set to meet Lebanese leaders, including President Michel Aoun, House Speaker Nabih Berri and Prime Minister Hassan Diab.

In May, Diab's government began talks with the International Monetary Fund (IMF) for a $10bn programme. It is seeking an additional $11bn in aid from the international community over the next five years to stave off the effects of the crisis.
 

mazri_2008

CG Top Poster Club
Joined
Nov 9, 2008
Messages
46,404
Reaction score
3,178
Points
201
784082.JPG

Visi yang kabur mengenai masa depan Lubnan antara punca Nassif Hitti letak jawatan Menteri Luar Lubnan.

Menteri Luar Lubnan letak jawatan kerana visi negara kabur

BEIRUT - Menteri Luar Lubnan, Nassif Hitti menyerahkan surat peletakan jawatannya kepada Perdana Menteri, Hassan Diab hari ini, lapor agensi berita Xinhua.


Hitti berkata, visi yang kabur mengenai masa depan Lubnan antara punca kepada pengunduran dirinya, menurut kenyataan Kementerian Luar.

"Tiada kemahuan untuk melaksanakan struktur reformasi seperti diminta masyarakat antarabangsa," katanya.

Hitti menjelaskan, keputusan diambilnya itu bukan sesuatu yang mudah dan beliau tidak akan membiarkan prinsipnya semata-mata demi kedudukan.

Terdahulu, media tempatan melaporkan Hitti mengunjungi Diab dan mengemukakan peletakan jawatannya tanpa membuat sebarang kenyataan.

Lubnan telah berunding dengan Dana Monetari Antarabangsa kemungkinan untuk mengakses dana asing bagi menyelamatkan negara daripada keruntuhan ekonomi.

Tetapi kabinet sekarang gagal melaksanakan struktur reformasi yang diperlukan untuk mendapatkan dana diperlukan.- Bernama


Artikel Penuh : https://www.sinarharian.com.my/arti...Lubnan-letak-jawatan-kerana-visi-negara-kabur
© 2018 Hakcipta Terpelihara Kumpulan Karangkraf
 

mazri_2008

CG Top Poster Club
Joined
Nov 9, 2008
Messages
46,404
Reaction score
3,178
Points
201
LEBANON-FRANCE-BLAST_1596769482.jpg

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, melawat Gemmayzeh, kawasan paling terjejas akibat letupan di Pelabuhan Beirut. - Foto AFP

BEIRUT: Barisan kepimpinan pentadbiran Lubnan dikecam hebat semalam oleh rakyat negara itu yang marah, selain didesak keras melakukan reformasi oleh Presiden Perancis dan Tabung Kewangan Antarabangsa (IMF).

Ia susulan insiden letupan besar sehingga menghancurkan sebahagian besar pusat bandar Beirut.

Kesedihan bertukar kemarahan di negara yang sedang 'trauma' di mana sekurang-kurangnya 149 orang maut dan lebih 5,000 cedera dalam letupan besar-besar Selasa lalu, berpunca daripada bahan ammonia nitrat yang disimpan bertahun-tahun di gudang pelabuhan.

Buat kebanyakan rakyat Lubnan, insiden itu adalah bukti tragis yang menggambarkan betapa teruknya sistem pemerintah negara itu yang gagal menghentikan krisis ekonomi terburuk sejak perang saudara pada 1975 hingga 1990 sehingga mengheret jutaan orang ke lembah kemiskinan.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron dalam lawatan mengejut ke Beirut berjanji untuk mengetuai usaha bantuan kecemasan antarabangsa dan menganjurkan persidangan bantuan dalam beberapa hari akan datang sambil menegaskan Lubnan tidak bersendirian.

Bagaimanapun, beliau sempat memberi peringatan bahawa Lubnan dalam keadaan terdesak apabila memerlukan bantuan kewangan bernilai berbilion-bilion dolar disamping bergelut dengan kekacauan politik sejak Oktober menyaksikan negara itu akan terus tenggelam, melainkan melaksanakan pelan reformasi mustahak.

Bercakap kepada pemimpin politik Lubnan, Macron berkata tanggungjawab mereka sangat besar untuk melaksanakan pembaharuan dalam beberapa minggu akan datang.

IMF yang mula berbincang dengan Lubnan sejak Mei namun terhenti, memberi amaran bahawa pentingya untuk mengatasi kebuntuan dalam perbincangan mengenai pembaharuan kritikal.

Badan kewangan itu menegaskan Lubnan yang sedang mencari lebih 20 bilion dolar dana luaran dan kini menghadapi bencana bernilai berbilion-bilion untuk mengadakan program-program yang bermakna untuk mengembalikan kemajuan ekonomi.

Lawatan Macron ke negara Mediterranean itu merangkap 'anak didik' Asia Barat Perancis dan bekas protektorat era penjajah, adalah yang pertama dilakukan ketua negara asing sejak tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Perancis itu turut mengunjungi zon letupan di tepi pelabuhan Beirut yang musnah teruk sehingga menghasilkan bentuk seolah-olah sebuah kawah selebar 140 meter yang dipenuhi air laut.

Ketika beliau memeriksa sebuah farmasi yang rosak teruk, terdapat sekumpulan orang di luar meluahkan kemarahan mereka terhadap kepimpinan 'pengganas' negara itu sambil melaungkan 'revolusi' dan 'rakyat mahu pengakhiran rejim!'

Kemudian Macron dikerumuni oleh mereka yang terselamat dalam tragedi letupan itu, yang memohon kepadanya supaya membantu menyingkirkan pemerintahan elit di negara itu.

Macron dilihat memberi pelukan erat kepada seorang wanita yang mencetuskan sorakan liar dari sekumpulan orang ramai sambil dikelilingi pengawal Presiden Perancis yang kelihatan cemas.

"Saya mengerti kemarahan anda. Saya bukan di sini untuk menyokong... rejim. Ini adalah tugas saya untuk membantu anda sebagai rakyat, membawa ubat dan makanan," kata Macron.

Seorang wanita lain yang muncul meminta Macron menjauhkan bantuan kewangan Perancis dari jangkauan pegawai Lubnan. - AFP
 

akudotcom

Super Active Member
Joined
Jun 17, 2007
Messages
7,066
Reaction score
1,381
Points
151
Lebanon: Mengapa negara ini bisa terperosok dalam krisis terburuk dalam satu dekade?

5 Agustus 2020
A Lebanese anti-government protester, wrapped in a national flag, stands in front of a road blocked with burning tyres and overturned rubbish bins (14 January 2020)
AFP
Libanon berada dalam pergolakan krisis terburuk selama bertahun-tahun
Ledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, pada Selasa (04/08), dengan jumlah korban luka mencapai ribuan, terjadi ketika Lebanon tengah dililit krisis ekonomi yang memicu ketegangan politik.

Krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Lebanon telah mendorong puluhan ribu orang ke jurang kemiskinan dan memicu protes anti-pemerintah terbesar yang pernah terjadi di negara itu dalam lebih dari satu dekade.

Apa yang salah dengan ekonomi Lebanon?


Bahkan sebelum pandemi virus corona melanda awal tahun ini, Lebanon tampak akan mengalami krisis.

Utang publik terhadap produk domestik bruto (apa yang dimiliki suatu negara dibandingkan dengan apa yang dihasilkannya) adalah yang tertinggi ketiga di dunia; pengangguran mencapai 25%; dan hampir sepertiga penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Akhir tahun lalu juga terungkap apa yang analis sebut sebagai skema piramida efektif yang disponsori negara, atau skema Ponzi, yang dijalankan oleh bank sentral.

Bank sentral meminjam dari bank-bank komersial dengan tingkat bunga di atas pasar guna membayar kembali utangnya sekaligus mempertahankan nilai tukar mata uang Lebanon dengan dolar AS.

Ledakan Beirut: Puluhan meninggal, ribuan luka-luka, satu WNI korban luka
Takut dibunuh, PM Lebanon mundur dari jabatan
Mengapa pemerintah Lebanon sampai berencana memajaki WhatsApp?
Pada saat yang sama, orang semakin marah dan frustrasi tentang kegagalan pemerintah dalam menyediakan layanan dasar.

Sehari-hari mereka harus berhadapan dengan pemadaman listrik, kurangnya air minum yang aman, terbatasnya layanan kesehatan masyarakat, dan koneksi internet terburuk di dunia.

Banyak orang menyalahkan elite penguasa yang mendominasi politik selama bertahun-tahun dan mengumpulkan kekayaan mereka sendiri sementara gagal melakukan reformasi besar-besaran yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah negara.

Reuters
Mata uang Lebanon telah kehilangan 80% nilai tukarnya selama 10 bulan terakhir
Mengapa demonstrasi terus meningkat?


Pada awal Oktober 2019, kekurangan mata uang asing menyebabkan mata uang Lebanon kehilangan nilai terhadap dolar untuk pertama kalinya dalam dua dekade. Ketika importir gandum dan bahan bakar menuntut dibayar dalam dolar, serikat pekerja menggelar aksi pemogokan.

Kemudian, kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pegunungan barat negara itu menyoroti betapa kekurangan dana dan kurangnya pelayanan pemadam kebakaran.

Pada pertengahan Oktober, pemerintah mengusulkan pajak baru untuk rokok, bensin, dan panggilan suara via WhatsApp, untuk meraup pendapatan negara lebih banyak lagi . Namun, kecaman terhadap usulan itu memaksa pemerintah membatalkan rencana tersebut.

EPA
Saad Hariri mengundurkan diri sebagai perdana menteri setelah demonstrasi
Akan tetapi, kondisi ini menimbulkan gelombang ketidakpuasan yang telah mendidih di Lebanon selama bertahun-tahun.

Puluhan ribu warga Libanon turun ke jalan, yang berujung pada pengunduran diri Perdana Menteri Saad Hariri yang didukung Barat dan pemerintah persatuannya.

Gelombang protes berlangsung lintas sektarian—fenomena yang langka sejak berakhirnya perang sipil yang terjadi 1975-1989 di negara itu—dan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Perdana Menteri Hassan Diab yang baru diangkat kemudian mengumumkan bahwa Lebanon akan mengalami gagal bayar utang untuk pertama kali dalam sejarah. Dia mengatakan cadangan mata uang asing telah mencapai level "kritis dan berbahaya" dan jumlah yang tersisa diperlukan untuk membayar barang-barang impor yang vital.

EPA
Protes telah memotong garis sektarian dan melibatkan orang-orang dari semua lapisan masyarakat
Bagaimana pandemi membuat masalah menjadi lebih buruk?


Setelah wabah Covid-19 melanda dan terjadi lonjakan kasus, karantina wilayah diberlakukan pada pertengahan Maret untuk mengekang penyebaran penyakit.

Di satu sisi, demonstran anti-pemerintah terpaksa berhenti turun ke jalan, tetapi di sisi lain, krisis ekonomi menjadi jauh lebih buruk dan mengungkap kelemahan sistem kesejahteraan sosial Libanon.

Banyak bisnis terpaksa memberhentikan staf atau mengenakan cuti tanpa gaji; kesenjangan nilai tukar mata uang Lebanon pada pasar resmi dan pasar gelap melebar; dan bank memperketat kontrol modal.

AFP
Perdana menteri telah memperingatkan bahwa Libanon berada pada "risiko krisis pangan besar"
Ketika harga membubung tinggi, banyak keluarga bahkan tidak mampu membeli kebutuhan pokok.

Kesulitan ekonomi yang meningkat memicu kerusuhan baru.

Pada bulan April seorang pemuda ditembak mati oleh tentara dalam demonstrasi di Tripoli dan beberapa bank dibakar.

Sementara itu, pemerintah akhirnya menyetujui rencana pemulihan yang diharapkan akan mengakhiri krisis ekonomi dan mendapatkan bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk paket dana talangan senilai US$10 miliar, atau sekitar Rp146 triliun.

AFP
Bank diserang dan dibakar oleh pengunjuk rasa
Pada saat pembatasan mulai dicabut pada bulan Mei, harga beberapa bahan makanan naik dua kali lipat dan perdana menteri memperingatkan bahwa Lebanon berada dalam risiko "krisis pangan besar".

"Banyak orang Lebanon telah berhenti membeli daging, buah-buahan, dan sayuran, dan mungkin akan sulit untuk membeli roti," tulisnya di Washington Post.

Mengapa Lebanon kesulitan mengalami krisis?


Sebagian besar analis menunjuk ke satu faktor utama: sektarianisme politik, atau kelompok yang berjuang demi kepentingan mereka sendiri.

Lebanon secara resmi mengakui 18 komunitas agama - empat Muslim, 12 Kristen, sekte Druze, dan Yudaisme.

Kursi pimpinan di tiga lembaga politik utama - presiden, ketua parlemen dan perdana menteri - dibagi antara tiga komunitas terbesar (Kristen Maronit; Muslim Syiah; dan Muslim Sunni) berdasarkan perjanjian yang dimulai pada 1943.

Sebanyak 128 kursi Parlemen juga dibagi secara merata antara Kristen dan Muslim (termasuk Druze).

Reuters
128 kursi Parlemen juga dibagi secara merata antara Kristen dan Muslim (termasuk Druze)
Keragaman agama inilah yang membuat negara ini menjadi sasaran empuk kekuatan-kekuatan eksternal, seperti terlihat dari dukungan Iran terhadap gerakan Syiah Hezbollah, yang secara luas dipandang sebagai kelompok militer dan politik paling kuat di Lebanon.


Sejak berakhirnya perang saudara, para pemimpin politik dari masing-masing sekte telah mempertahankan kekuasaan dan pengaruhnya melalui sistem jaringan patronase - melindungi kepentingan komunitas agama yang mereka wakili, dan menawarkan - baik insentif finansial secara legal maupun ilegal.

Lebanon berada di peringkat 137 dari 180 negara (180 menjadi yang terburuk) pada Indeks Persepsi Korupsi 2019 Transparency International.

Lembaga tersebut mengatakan korupsi "meresap ke semua lapisan masyarakat" di Lebanon, dengan partai-partai politik, parlemen, dan polisi dianggap sebagai "lembaga paling korup di negara itu".

Sistem pembagian kekuasaan sektarian disebut sebagai yang mendorong jaringan-jaringan patronase ini dan menghambat sistem pemerintahan Lebanon.

 

mazri_2008

CG Top Poster Club
Joined
Nov 9, 2008
Messages
46,404
Reaction score
3,178
Points
201
bl_1596864472.jpg


Penduduk persoal kecekapan kerajaan

BEIRUT: Penduduk Beirut mula membina semula kehidupan mereka, selepas tragedi letupan yang mengorbankan sekurang-kurangnya 154 individu dan menyebabkan negara itu berdepan cabaran besar dalam membangunkan semula bandar berkenaan.

Misi mencari dan menyelamat sejak letupan Selasa lalu, diperhebat ketika penyelamat mengalihkan runtuhan bagi menjejak mangsa yang masih hidup.

Anggota keselamatan melepaskan gas pemedih mata terhadap kumpulan penunjuk perasaan kelmarin, susulan kemarahan orang ramai terhadap ahli politik dan golongan elit yang menyebabkan negara itu berdepan krisis ekonomi, sebelum terbabit dalam tragedi yang mencederakan lebih 5,000 mangsa.

Segelintir kumpulan terbabit melempar batu sebagai protes terhadap gaya hidup di Beirut, ketika rakyat Lubnan berdepan krisis ekonomi dan penguncupan nilai mata wang, susulan dasar kerajaan.

"Mustahil kita mampu bina semula rumah. Di manakah kerajaan?" soal penganggur, Tony Abdou, 60, yang mendiami rumah keluarganya di Gemmayze, daerah yang jaraknya hanya ratusan meter dari gudang pelabuhan menempatkan bahan mudah meletup itu.

Ketika Abdou bercakap, pemanas air domestik runtuh menerusi siling dan memusnahkan rumahnya, manakala sukarelawan sedang menyapu serpihan runtuhan di jalanan.

"Adakah kita sebenarnya mempunyai kerajaan di sini? Tidak akan ada kaedah untuk menjana pendapatan lagi," kata pemandu teksi, Nassim Abiadad, 66, yang kenderaannya musnah Selasa lalu ketika dia mahu masuk ke dalam kereta.

Kerajaan berjanji akan menjalankan siasatan menyeluruh dan menahan beberapa pekerja pelabuhan. - AGENSI
 
Sponsored Post
Top
Log in Register