BTC USD 57,423.5 Gold USD 1,789.08
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Bukti pakai tudung adalah fenomena baru.

Megat Al Fateh

Active Member
Messages
1,628
Joined
May 6, 2019
Messages
1,628
Reaction score
856
Points
81
Islam baru masuk Malaysia kot tahun 1990.. tu yang baru sibuk nak bertudung..
agak-agaklah bro kalau nak fitnah

ni gambar org melayu islam zaman dulu 1880 - 1890
2-2008.jpg.webp


1-4200.jpg.webp


bacaan lanjut kalau rajin



Ludovico Di Varthema dalam The travels of Ludovico di Varthema in Egypt, Syria, Arabia Deserta and Arabia Felix, in Persia, India, and Ethiopia, A.D. 1503 to 1508 mencatatkan etika berpakaian bagi wanita Melayu era itu sebagai berikut: “…Their dress is after the fashion of Cairo… Crawfurd describes the Malays as a brown-complexioned, lank- haired people, of a squat form, with high cheek-bones, large mouth, and flattened nose…” Beliau juga menyebut, “…With regard to costume, I had frequent opportunities, during my long residence at Aden, of seeing many Malay merchants on their way to Meccah, who were generally dressed like the same class in Syria and Egypt.”

Mohd Hasanuddin bin Mohd Yusof (28 Februari 2018), Pengarah Maktab Penyelidikan Tamadun Islam Nusantara menulis tentang pakaian wanita Islam ketika zaman Kesultanan Melaka, dimana beliau merumuskan, “Maka tidak hairanlah jika pelayar Itali yang bernama Ludovico Di Varthema yang datang ke Melaka sekitar tahun 1506 Masihi mencatatkan pakaian orang-orang Melayu ketika zaman Kesultanan Melaka agak menyerupai pakaian orang-orang Kaherah. Catatan ini boleh jadi merujuk kepada kaum wanita di pasar-pasar Melaka kerana Tome Pires juga mencatatkan bahawa ramai wanita yang berdagang di pasar-pasar di Kota Melaka.”


Semoga Allah lindungi kita semua dari jalan yang sesat dan hati yang gelap dari kebenaran .. Amiin
 
Sponsored Post

akudotcom

CG Top Poster Club
Messages
20,241
Joined
Jun 17, 2007
Messages
20,241
Reaction score
2,957
Points
201
Hijab Bukan Satu-satunya Ukuran Keberislaman Perempuan Muslim

TAJIL

tim, CNN Indonesia

Kamis, 22/04/2021 04:01

Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat penampilan fisik, pakaianmu, juga tidak melihat kekayaanmu, melainkan yang dilihat Allah SWT adalah hati dan perbuatanmu.
Ilustrasi. Apakah hijab adalah ukuran keberislaman bagi perempuan muslimah? (iStockphoto/selimaksan)

Jakarta, CNN Indonesia --
Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang keberislaman perempuan muslim.

Tanya

Apakah hijab adalah ukuran keberislaman bagi perempuan muslimah?

Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kita memahami bahwa hijab adalah penutup. Maksudnya adalah penutup aurat, sesuatu yang harus ditutupi dari bagian tubuh kita dari pandangan orang lain.

Pilihan Redaksi
Hukum Nonton Drama Korea dan Main Game Online saat Berpuasa
Cara Pandang Islam Tentang Pacaran dan Memilih Pasangan
Cara Menebarkan Ajaran Islam yang Penuh Kedamaian
Dalam Islam, aurat adalah suatu kehormatan yang harus ditutupi oleh pakaian kita dan ini adalah ajaran yang penting dalam agama Islam.

Maka, menutup aurat tidak hanya bagi perempuan tapi juga bagi laki-laki. Baik saat sedang salat, sedang menghadap Allah SWT maupun di luar salat menjadi bagian yang penting.

Lalu, apakah hijab itu - khususnya bagi perempuan - merupakan ukuran keberislamannya?

Kita mengenal salah satu hadis yang disampaikan Rasulullah SAW yang mengatakan:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِـنْ يَنْظُرُ إِلَى قُــــلُوبِكُمْ وَأَعْمَــالِكُمْ

Artinya:

"Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat penampilan fisik, pakaianmu, juga tidak melihat kekayaanmu, melainkan yang dilihat Allah adalah hati dan perbuatanmu." [HR Muslim]


Hati maksudnya adalah niat kita yang mengejewantah dalam perbuatan dalam tindakan nyata itulah yang dilihat Allah SWT.

Maka, ukuran keberislaman orang adalah perbuatannya. Agama adalah laku perbuatan seperti hadis yang begitu mahsyur yang disampaikan Rasulullah SAW:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya:

"Maka sesungguhnya aku diutus Allah SWT ke muka bumi ini semata-mata untuk menyempurnakan akhlak, tingkah laku, perbuatan kita semua umat manusia."

Jadi, hijab adalah sesuatu yang penting karena bagian dari syariat Islam untuk menutup aurat, tapi akhlak adalah manifestasi dari niat kita untuk berbuat baik kepada sesama yang diwujudkan secara nyata, itupun jauh lebih baik.

Maka, dari pertanyaan yang sering muncul apakah perempuan berhijab yang akhlaknya buruk itu lebih baik daripada perempuan yang akhlaknya baik tapi tidak berhijab?

Terhadap pertanyaan yang konfontatif seperti ini, maka jawaban saya adalah yang terbaik adalah perempuan yang berhijab dan berakhlak baik.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.
 

akudotcom

CG Top Poster Club
Messages
20,241
Joined
Jun 17, 2007
Messages
20,241
Reaction score
2,957
Points
201
The Problematic Etymology Of The Word “Aurat”

Is Aurat, the Urdu term for woman, a “dirty” word? If that’s the case, why aren’t we talking about it? I had often wondered about the linguistic roots of the word Aurat, which, in Urdu, means woman. I knew that the word originates from Arabic, signifying something along the lines of ‘hidden’ or ‘covered.’

But recently, I discovered that it meant something else.

Not long ago, when I met a Moroccan friend, I asked him what the word Aurat meant in Arabic. His reaction was most peculiar; he started laughing and said that the Arabic word “awrat” was a “profanity,” which means “genitals,” in Arabic.

Upon further research, I discovered that the original word in Arabic means “genitalia,” “nudity,” “weakness,” “defectiveness” or “imperfection.” Furthermore, I discovered that, like most Arabic words, the word “awrat” had entered Urdu via Persian.

However, in Persian, the word “owrat” retained its original meaning – genitals or the private parts of a man or a woman – which, according to Islamic religious injunctions, needed to be covered. The Persian equivalent in an online dictionary was most telling. It describes the word “owrat” as sharmgah, meaning ‘the place of shame.’ A quick look at Mohammad Moin’s dictionary of Persian also revealed that the word “awrah” had two meanings – “nakedness” and a “young woman.”


To continue reading, please subscribe to the Madras Courier.

Subscribe Now
 
Sponsored Post

CG Sponsors




Top
Log in Register