Apabila meningkat umur 40 tahun

CG Sponsors




tolocar

Fun Poster
Joined
Jul 23, 2006
Messages
875
Reaction score
27
Points
20



Dalam hidup manusia terdapat peringkat umur yang sangat penting, antaranya umur 40 tahun sebagaimana tertera dalam al-Quran (Al-Ahqaf: 15)

:- "... sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai umur EMPAT PULUH TAHUN, berkatalah ia: 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku jalan untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kedua ibu-bapakku, dan doronglah aku untuk berbuat amal saleh yang Engkau ridhai ..." (Al-Ahqaf 46;15).

Nabi Muhammad s.a.w dalam sebuah hadisnya yang bermaksud: “Apabila seseorang sudah mencapai usia 40 tahun, sekiranya kebaikannya tidak mengatasi keburukannya, syaitan mencium di antara kedua-dua matanya dan berkata, Inilah manusia yang sangat malang”. As-Syaikh Al-Arif Abdul Wahhab bin Ahmad As-Sya'rani dalam kitabnya Al-Bahrul-Maurud menyebutkan: "Telah diambil janji-janji dari kita, bahwa apabila kita telah mencapai umur empatpuluh tahun, hendaklah bersiap-siap dengan melipat kasur-kasur dan selalu ingat bahwa kita sekarang sedang dalam perjalanan menuju akhirat pada setiap nafas yang kita tarik sehingga tidak akan lagi merasa tenang hidup di dunia. Di samping itu hendaknya kita menghitung setiap detik dari umur kita sesudah melebihi empat puluh tahun, sebanding dengan seratus tahun sebelumnya." Imam Syafi'i (rahimahullah), setelah mecapai umur empat puluh tahun, berjalan dengan sebatang tongkat kayu. Ketika ditanya sebabnya, beliau berkata: "Supaya aku senantiasa ingat bahwa aku adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju akhirat." Berkata Wahab bin Munabbih: "Aku baca dalam beberapa kitab, bahwasanya ada suatu suara menyeru dari langit ke-empat pada setiap pagi: 'Wahai orang-orang yang telah berusia empat puluh tahun! kamu adalah tanaman yang telah dekat dengan masa penuaiannya. Wahai orang-orang yang telah berusia lima puluh tahun! Sudahkah kamu ingat tentang apa yang telah kamu perbuat dan apa yang belum? Wahai orang-orang yang telah berusia enam puluh tahun! Tidak ada lagi dalih bagimu. Oh, alangkah baiknya seandainya semua mahluk tidak diciptakan! Atau jika mereka telah diciptakan, seharusnya mereka mengetahui, mengapa mereka diciptakan. Awas, saatmu telah tiba! Waspadalah! " Rasullullah saw menggelar masa-masa umur enam puluh tahun hingga tujuh puluh tahun sebagai 'pergulatan dengan maut'. Dalam hal ini beliau bersabda: "Masa penuaian umur umatku dari enam puluh hingga tujuh puluh tahun". (HR. Muslim & Nasa-i) Rasullullah saw., sahabat Abu Bakar, Umar dan Ali ra. juga diwafatkan oleh Allah SWT pada kitaran usia ini. Umat nabi Muhammad sekarang ini tergolong sebagai umat yang berumur pendek dibandingkan dengan umat-umat terdahulu. Diriwayatkan lagi bahwa Rasullullah saw. ketika merasakan umur umatnya terlalu pendek jika dibandingkan dengan umat sebelumnya, beliaupun memohon dan bertadharru' kepada Allah SWT, mengadukan bahwa tidak cukup waktu bagi umatnya untuk memperbanyakkan ketaatan kepada Allah SWT dan menambah amalan untuk bekalan akhiratnya. Maka Allah SWT menganugerahkan kepadanya dan umat Muhammad malam Lailatul Qadar yang lebih utama dari seribu bulan, sebagai ganti memanjangkan nilai umur mereka dan menambah pula pahala dan kebajikan mereka sedemikian rupa. Maka bila beribadah dan munajat kepada Allah SWT pada malam Lailatul Qadar itu, ia seperti beribadah selama seribu bulan yang setara dengan 83 tahun 4 bulan. Demikianlah perhatian Rasullullah saw. yang sangat besar dalam memperjuangkan nasib umatnya. Manusia paling baik ialah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Manakala manusia paling buruk ialah yang panjang umurnya dan manakala buruk pula amalnya. … Hadaanallah, semoga kita sentiasa beringat...
Dalam hidup manusia terdapat peringkat umur yang sangat penting, antaranya umur 40 tahun sebagaimana tertera dalam al-Quran (Al-Ahqaf: 15):-

"... sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai umur EMPAT PULUH TAHUN,
berkatalah ia: 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku jalan untuk mensyukuri nikmat yang
telah Engkau karuniakan kepadaku dan kedua ibu-bapakku, dan doronglah aku untuk berbuat amal saleh yang Engkau ridhai ..." (Al-Ahqaf 46;15).

Nabi Muhammad s.a.w dalam sebuah hadisnya yang bermaksud:
“Apabila seseorang sudah mencapai usia 40 tahun, sekiranya kebaikannya tidak mengatasi keburukannya, syaitan mencium di antara kedua-dua matanya dan berkata, Inilah manusia yang sangat malang”.

As-Syaikh Al-Arif Abdul Wahhab bin Ahmad As-Sya'rani dalam kitabnya Al-Bahrul-Maurud menyebutkan:
"Telah diambil janji-janji dari kita, bahwa apabila kita telah mencapai umur empatpuluh tahun, hendaklah bersiap-siap dengan melipat kasur-kasur dan selalu ingat bahwa kita sekarang sedang dalam perjalanan menuju akhirat pada setiap nafas yang kita tarik sehingga tidak akan lagi merasa tenang hidup di dunia. Di samping itu hendaknya kita menghitung setiap detik dari umur kita sesudah melebihi empat puluh tahun, sebanding dengan seratus tahun sebelumnya."

Imam Syafi'i (rahimahullah), setelah mecapai umur empat puluh tahun, berjalan dengan sebatang tongkat kayu. Ketika ditanya sebabnya, beliau berkata:
"Supaya aku senantiasa ingat bahwa aku adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju akhirat."

Berkata Wahab bin Munabbih:
"Aku baca dalam beberapa kitab, bahwasanya ada suatu suara menyeru dari langit ke-empat pada setiap pagi: 'Wahai orang-orang yang telah berusia empat puluh tahun! kamu adalah tanaman yang telah dekat dengan masa penuaiannya. Wahai orang-orang yang telah berusia lima puluh tahun! Sudahkah kamu ingat tentang apa yang telah kamu perbuat dan apa yang belum? Wahai orang-orang yang telah berusia enam puluh tahun! Tidak ada lagi dalih bagimu. Oh, alangkah baiknya seandainya semua mahluk tidak diciptakan! Atau jika mereka telah diciptakan, seharusnya mereka mengetahui, mengapa mereka diciptakan. Awas, saatmu telah tiba! Waspadalah! "

Rasullullah saw menggelar masa-masa umur enam puluh tahun hingga tujuh puluh tahun sebagai 'pergulatan dengan maut'. Dalam hal ini beliau bersabda: "Masa penuaian umur umatku dari enam puluh hingga tujuh puluh tahun". (HR. Muslim & Nasa-i)

Rasullullah saw., sahabat Abu Bakar, Umar dan Ali ra. juga diwafatkan oleh Allah
SWT pada kitaran usia ini. Umat nabi Muhammad sekarang ini tergolong sebagai umat yang berumur pendek dibandingkan dengan umat-umat terdahulu.

Diriwayatkan lagi bahwa Rasullullah saw. ketika merasakan umur umatnya terlalu pendek jika dibandingkan dengan umat sebelumnya, beliaupun memohon dan bertadharru' kepada Allah SWT, mengadukan bahwa tidak cukup waktu bagi umatnya untuk memperbanyakkan ketaatan kepada Allah SWT dan menambah amalan untuk bekalan akhiratnya. Maka Allah SWT menganugerahkan kepadanya dan umat Muhammad malam Lailatul Qadar yang lebih utama dari seribu bulan, sebagai ganti memanjangkan nilai umur mereka dan menambah pula pahala dan kebajikan mereka sedemikian rupa. Maka bila beribadah dan munajat kepada Allah SWT pada malam Lailatul Qadar itu, ia seperti beribadah selama seribu bulan yang setara dengan 83 tahun 4 bulan. Demikianlah perhatian Rasullullah saw. yang sangat besar dalam memperjuangkan nasib umatnya.

Manusia paling baik ialah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Manakala manusia paling buruk ialah yang panjang umurnya dan manakala buruk pula amalnya.

… Hadaanallah, semoga kita sentiasa beringat...
 
Sponsored Post

Niyang

CG Top Poster Club
Joined
May 13, 2009
Messages
41,282
Reaction score
1,131
Points
201
10 thn g usia jejak 40 . insha Allah moga diberkati dn dimurah rezeki aminnnnnn....
 

coq_kodok

Active Member
Joined
Feb 28, 2013
Messages
1,128
Reaction score
22
Points
25
nasib baik blom smpai lagi......alhamdulillah........
 
Sponsored Post
Top
Log in Register